Sabtu, 12 April 2014

PROSES BELAJAR MENGAJAR & PERENCANAAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Diposting oleh 11.126evafb di 08.24 0 komentar



A.    Proses belajar mengajar pendidikan orang dewasa
Proses belajar mengajar orang dewasa adalah suatu proses berlangsungnya kegiatan belajar yang dilakukan noleh pelajar atau peserta didik dan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh pendidik atau pembimbing. Peserta didik belajar melalui suatu proses belajar yang berlangsung secara bertahap dimulai dari timbulnya motivasi, dilanjutkan perhatian pada pembelajran, menerima dan mengingat, reproduksi, generalisasi, diakhiri dengan melaksanakan tugas belajar dan memberikan umpan balik atas hasil belajar.
Sementara itu, cirri-ciri belajar orang dewasa yang perlu diperhatikan antara lain (1) motivasi belajar berasal dari dirinya sendiri,(2) orang dewasa belajar jika bermanfaat bagi dirinya,(3) orang dewasa akan belajar jika pendapatnya dihormati,(4) adanya kepercayaan antra pembimbing dan peserta didik,(5) mengharapkan suasan belajar yang menyenangkan dan menantang,(6) ingin mengetahui kelebihan dan kekurangannya,(7) orientasi belajar orang dewasa terrpusat pada kehidupan nyata,(8) adanya sumber-sumber,(9) mengutamakan perannya sebagai peserta didik,(10) belajar bagi orang dewasa adalah hasil mengalami sesuatu,(11) belajar adalah proses emosional dan intelektual sekaligus, (12) belajar merupakan hasil kerja sama antara manusia, (13) terjadi komunikasi timbal balik dan pertukaran pendapat, (14) belajar bagi orang dewasa bersifat unik,(15) orang dewasa umumnya mempunyai pendapat, kecerdasan, dan cara belajar yang berbeda.
B.     Perencanaan Pendidikan Orang Dewasa
Suatu perencanaan pendidikan mempunyai komponen tretentu yaitu (1) peserta didik, (2) tujuan belajar, (3) sumber belajar, (4) kurikulum,(5) organisasi pelaksana,(6) kondisi masyarakat setempat,(7) kemanfaatan langsung. Prinsip perencanaan partisipatif adalah (1) hubungan dengan masyarakat,(2) partisipan tertarik dan mau belajar dari yang ahli,(3) menggunakan teknik kerja kelompok,(4) membuat ramalan dan program,(5) mengambil keputusan secara bersama.
Dalam mengidentifikasi tujuan umum pengajaran, terdapat criteria antara lain (1) pernyataan umum dan jelas tentang hasil belajar,(2) penjelasan tentang apa yang akan dicapai peserta didik,(3) jelas berhubungan dengan kebutuhan yang telah ditetapkan,(4) dapat dicapai dengan baik jika menggunakan pengajaran daripada dengan alat lain. Evaluasi sumatif perlu dirancang dan dilakukan untuk mengetahui efektivitas satuan acara pengajaran.


Sumber : Suprijanto,2007. Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara
 



Rabu, 09 April 2014

PENGERTIAN & PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Diposting oleh 11.126evafb di 22.45 1 komentar



A.    Pengertian Pendidikan Orang Dewasa
Defenisi Pendidikan Nasional menurut Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Cirri- cirri pendidikan nasional adalah (1) mempunyai komponen yang saling berhubungan satu sama lain; (2) komponen tersebut merupakan satu kesatuan; (3) mempunyai tujuan tertentu;(4) tujuan tu dapat tercapai dengan berfungsinya komponen tersebut (Faisal,1981).pendidikan dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu (1) pendidikan formal,(2) nonformal,(3) informal.
Pendidikan dewasa dirumuskan sebagai suatu proses yang menumbuhkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan seumur hidup.pendidikan andragogy berbeda dengan pendidikan paedagogy. Pendidikan anak-anak berlangsung dalam bentuk identifikasi dan peniruan, sedangkan pendidikan orang dewasa berlangsung dalam bentuk pengarahan diri sendiri untuk memecahkan masalah.menurut UNESCO (Townsend Coles, 1977 dalam Lanundi,1982) mendefinisikan pendidikan orang dewasa sebgai berikut :
“ keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, apapun isinya, tingkatan, metode baik formal atau tidak, yang melanjutkan maupun menggantikan pendidikan  semula di sekolah, akademi dan universitas serta latihan kerja, yang membuat orang yang dianggap dewasa oleh masyarakat mengembangkan kemampuannya, meningkatkan kualifikasi teknis ataupun profesionalnya,  memperkaya pengetahuannya, dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan perilakunya dalam perspektif rangkap perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam pengembangan social, ekonomi, dan budaya yang seimbang dan bebas.”
B.     PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA
Prinsip pendidikan orang dewasa terdiri dari :
1.      Hukum Belajar
Hukum belajar berisi ketentuan tentang cara orang belajar dan kondisi yang dapat meningkatkan hasil belajar. Terdiri dari 8 unsur pokok (1) keinginan belajar,(2) pengertian terhadap tugas,(3) hukum latihan,(4) hukum akibat,(5) hukum asosiasi,(6) minat, keuletan,intensitas, (7) ketetapan hati,(8) pengetahuan akan keberahsilan dan kegagalan.
2.      Penetapan tujuan
Penentapan tujuan terdiri dari tujuan umum ( tregantung dari visi dan misi suatu Negara), tujuan khusus ( terdiri dari tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor).
3.      Pemilihan Materi Pelajaran
Dalam memilih materi pelajaran harus menggunakan criteria seperti materi harus menarik, dapat dimengerti, bermanfaat, dapat membnatu tujuan pendidikan, dan sesuai dengan subjek yang telah ditetapkan.
4.      Pengembangan Sikap
Hal yang penting dari pengembangan sikap ini yaitu mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan emosi  menghadapi situasi hidup sehari-hari. Emosi yang terkendali akan dapat memberikan warna, semangat dan kebahagiaan hidup.
5.      Idealism
Idealism disini adalah suatu standar kesempurnaan yang diterima oleh individu atau kelompok. Prinsip utama dalam mengajarkan idealism adalah peserta didik harus mengetahui idealism melalui bacaan, diskusi, pengamatan, dan bimbingan.
6.      Minat
Pengembangan minat diarahkan pada minat untuk belajar, dimana makin besar minatnya , makin besar semangatnya dan makin besar juga hasil kerjanya.
7.      Pengajaran Pengethuan
Pengetahuan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu (1) pengetahuan yang harus diingat secra permanen seperti kebenaran, prinsip umum, hkum dan teknik (2) pengetahuan yang cukup dipelajari dimana menemukan dan bagimana menggunakannya.

sumber : Suprijanto, 2007. Pendidikan Orang Dewasa : dari teori hingga aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara.

Senin, 20 Januari 2014

Teori Belajar Lev S. Vygotsky

Diposting oleh 11.126evafb di 04.15 0 komentar
Teori belajar Vygotsky menekankan pada pentingnya aspek sosial dalam pembelajaran. Proses pembelajaran akan lebih efektif jika anak mengerjakan tugas-tugas yang belum dipelajari, tetapi tugas-tugas belajar tersebut masih berada pada tingkat perkembangan sedikit diatas perkembangan siswa saat ini. Percakapan dan kerja sama antar individu dalam pembelajaran adalah mediasi untuk menciptakan perkembangan mental siswa dalam pembelajaran. Sehingga dengan fungsi mental yang tinggi siswa akan mudah berperan sebagai pebelajar.

Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai pembimbing sekaligus memberikan bantuan belajar kepada siswa.Pada saat awal-awal pembelajaran bantuan guru bersifat lebih dominan namun ketika siswa sudah mampu maka bantuan guru diminimalisir dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil alih tanggung jawab belajarnya.Teknis pemberian bantuan belajar menurut Vygotsky tersesebut disebut Scaffolding. Implikasi dalam pembelajaran adalah siswa diberikan tugas-tugas yang kompleks dan sulit serta realistik kemudian diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas belajarnya.

Minggu, 19 Januari 2014

Teori Belajar Robert Gagne

Diposting oleh 11.126evafb di 05.10 0 komentar
Pembelajaran menurut Gagne adalah seperangkat    proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari persitiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi).  Agar kondisi eksternal itu lebih bermakna sebaiknya diorganisasikan dalam urutan persitiwa pembelajaran (metode atau perlakuan).  Selain itu, dalam usaha mengatur kondisi eksternal dierlukan berbagai rangsangan yang dapat diterima oleh panca indra, yang dikenal dengan nama media dan sumber belajar.Pembelajaran menurut Gagne hendaknya mampu menimbulkan persitiwa belajar dan proses kognitif.  Peristiwa belajar (instructional events) adalah persitiwa dengan urutan sebagai berikut : menimbulkan minat dan memusatkan perhatian agar peserta didik siap menerima pelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran agar pseerta didik tahu apa yang diharapkan dala pembelajaran itu, mengingat kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari sebelumnya yang merupakan prasyarat, menyampaikan materi pembelajaran, memberikan bimbingan atau pedoman untuk belajar, membangkitkan timbulnya unjuk kerja peserta didik, memberikan umpan balik tentang kebenaran pelaksanaan tugas, mengukur/evaluasi belajar, dan memperkuat referensi dan transfer belajar.
Menurut Gagne, belajar memberi kontribusi terhadap adaptasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses yang logis, sehingga perkembangan perilaku (behaviour) adalah hasil dari efek belajar yang kumulatif serta tidak dapat didefinisikan dengan mudah karena belajar bersifat kompleks

Menurut Gagne ada lima kategori kemampuan belajar, yaitu :a. keterampilan intelektual atau kemmepuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya masing-masing dengan penggunaan lambang.  Kemampuan ini meliputi:(1) asosiasi dan mata rantai (menghubungkan suatu lambang dengan suatu fakta) (2) diskriminasi (membedakan suatu lambang dengan lambang lain) (3) konsep (mendefinisikan suatu pengertian atau prosedur) (4) kaidah (mengkombinasikan beberapa konsep dengan suatu cara) (5)  kaidah lebih tinggi (menggunakan beberapa kaidah dalam memecahkan suatu masalah) ; b. strategi/siasat kognitif yaitu keterampilan peserta didik untuk mengatur proses internal perhatian, belajar, ingatan dan pikiran ;c. informasi verbal, yaitu kemampuan untuk mengenal dan menyimpan nama atau istilah, fakta, dan serangkaian fakta yang merupakan kumpulan pengetahuan ; d.  keterampilan motorik, yaitu keterampilan mengorganisasikan gerakan sehingga terbentuk keutuhan gerakan yang mulus, teratur, dan tepat waktu ;e. sikap, yaitu keadaan dalam diri peserta didik yang mempengaruhi (bertindak sebagai moderator atas pilihan untuk bertindak).  Sikap ini meliputi komponen afektif, kognitif dan psikomotorik.

UAS

Diposting oleh 11.126evafb di 04.32 0 komentar
Ujian Akhir Semester tiba jugaaaaa. 

Gak terasa ternyata, banyak pengalaman yang udah  didpat selama 1 Semester ini. Semakin tingkat atas, semakin ngerasa bosan sih sebenranya. Makin banyak aja tugas yang diberikan, deadline yang  diberikan semuanya dekat-dekat T.T , semuanya yang bertingkat – tingkat semakinlah. Berharap mendapatkan hasil yang baik untuk ujiaanya, karena berjuang mati-matian untuk mengerjakan semua tugas tersebut dan berusaha untuk bisa me-recall  supaya mampu menjawab ujiannya dengan hasil yang maksimal. Semoga semua dilancarkan selancar –lancarnya ajaa. 

Selasa, 10 Desember 2013

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN SMK TRITECH MEDAN

Diposting oleh 11.126evafb di 06.32 0 komentar
                                                              BAB I Pendahuluan

A.    Latar Belakang Sekolah
Profil Sekolah
Nama Sekolah             : SMK Tritech Informatika Medan
Alamat Sekolah           : Jl. Bhayangkara No. 522 CDE, Medan
Provinsi                        : Sumatera Utara
Status Sekolah            : Swasta

Visi dan Misi Sekolah
Visi Sekolah     :Menjadikan SMK berbasis teknologi Informatika yang Unggul, Mandiri, Religius dan Berstandar Internasional
Misi Sekolah    :Siswa/i mampu menguasai komputer software dan hardware serta  jaringan IT. Melahirkan generasi yang handal dalam bidang IPTEK, IMTAQ dan berjiwa kebangsaan

B.     Data Observer
Semua observer melakukan observasi pada kelas pagi, di kelas X TEX 2.
Nama   : Mentari Purba
NIM      : 111301028
Nama   : Cynthia Halim
NIM      : 111301044
Nama   : Priscilla Simanjuntak
NIM      : 111301096
Nama   : Agnes Crista
NIM      : 111301124
Nama   : Eva Brahmana
NIM      : 111301126

C.    Kondisi Fisik Kelas
Kelas dicat dengan dua warna, yaitu warna hijau dan warna kuning. Setiap siswa/i masing-masing memiliki meja dan kursi sendiri. Daftar perangkat kelas digantung di dinding. Kelas memiliki CCTV di bagian atas sudut pintu. Fasilitas penunjang lain yang dimiliki kelas adalah sebagai berikut:
- AC (air conditioner)        : 1 buah
- Kipas angin                      : 1 buah
- Whiteboard                      : 1 buah
- Lampu neon                    : 4 buah
- Televisi                             : 1 buah
- Pengharum ruangan      : 1 buah
- Sapu                                  : 1 buah
- Serokan sampah             : 1 buah

D.  Hasil Observasi
Observasi dilakukan pada hari Senin tanggal 18 November 2013 pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB, kami melakukan observasi di SMK TRITECH, tepatnya di kelas X TEX 2. Adapun hasil observasi kami:
a.  Suasana Kelas
Pada saat kami memasuki kelas dan memperkenalkan diri,  siswa yang berada di kelas mulai berbincang-bincang dan menanyakan berbagai pertanyaan kepada kami. Guru yang berada di kelas menenangkan mereka, setelah itu kami dipersilahkan duduk di bangku kelas paling belakang, kemudian guru tersebut kembali menerangkan materi pelajaran sebelumnya. Di dalam kelas tersebut, ada beberapa siswa saling berbincang dengan teman sebangkunya, dan ada juga yang memainkan program di laptop saat gurunya menjelaskan materi pelajaran. Setelah guru tersebut selesai menjelaskan materi, mereka diberikan tugas membuat suatu produk, dan tugasnya dikerjakan secara berkelompok. Beberapa siswa langsung mengerjakan tugas tersebut dengan temannya, tetapi ada juga yang tidak karena masih menentukan teman sekelompoknya. Saat para siswa mengerjakan tugas, guru sesekali berjalan mengitari kelas, dan menjelaskan kembali maksud tugas kepada siswa yang bertanya. Pada saat mereka mengerjakan tugas tersebut, ada beberapa siswa yang berjalan-jalan di dalam kelas dan menganggu temannya yang mengerjakan tugas, guru membiarkan tindakan siswanya tersebut dan tetap menjelaskan tugas pada salah satu siswanya. Kemudian bel tanda pergantian jadwal mata pelajaran berbunyi, beberapa siswa di dalam kelas mulai ribut dan berhenti mengerjakan tugas yang diberikan gurunya, ada satu siswa yang mulai mengedit foto di laptop, dan ada juga yang mengerjakan tugas yang lain.
b. Media pembelajaran yang digunakan siswa
Saat proses belajar, siswa menggunakan laptop, dan ada yang mencatat materi yang diajarkan di buku tulis. Siswa juga mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan menggunakan laptop, meskipun ada fasilitas wi-fi, siswa tidak menggunakannya.
c. Media pembelajaran yang digunakan guru
Guru mengajar di kelas menggunakan laptop dan menjelaskan materi dalam bentuk slide power point yang ditampilkan pada televisi yang berada di depan kelas, tepatnya di atas whiteboard.Guru juga mengajar menggunakan buku panduan, kemudian menggunakan spidol untuk menuliskan contoh tugas diwhiteboard.

                                                 BAB II Teori dan Pembahasan

A.    Teori Pemrosesan Informasi
Teori pemrosesan informasi membahas langkah-langkah dasar individu yang diambil individu untuk memperoleh, menyandikan, dan mengingat informasi. Komponen esensial dari belajar adalah pengorganisasian informasi yang dipelajari, pengetahuan sebelumnya yang sudah dikuasai pemelajar, dan proses yang melibatikan pemahaman, pengertian, serta menyimpan dan mengambil kembali informasi. Dua asumsi pokok yang mendukung riset pemrosesan informasi adalah:(1) Sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi
(2) Pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar. Metode pembelajaran yang digunakan di kelas X TEX 2 mengacu pada teori pemrosesan informasi dalam perspektif kognitif dan metakognisi dan pemecahan masalah. Pada teori pemrosesan informasi membahas langkah-langkah dasar individu yang diambil individu untuk memperoleh, menyandikan, dan mengingat informasi. Awalnya guru memberikan materi kewirausahaan yang ditampilkan dalam bentuk slide power point pada layar, kemudian para siswa mendapatkan informasi melalui indra dan kemudian mengkodekannya sesuai dengan interpretasi makna masing-masing agar dapat mengerjakan tugas.

B. Teori Peran Perhatian
Pemrosesan informasi yang datang membutuhkan perhatian selektif terhadap kejadian, objek, simbol, dan stimuli tertentu lainnya agar informasi itu dapat dipelajari. Ketika perincian gamblang teks mengganggu perhatian pemelajar, generalisasi penting dalam materi mungkin luput dari perhatian. Perhatian pemelajar bisa dideskripsikan sebagai “manajer garis depan” yang penting dalam menentukan informasi yang akan diberikan untuk pemrosesan lebih lanjut. Ketika materi pelajaran diberikan oleh guru, ada yang memperhatikan dengan baik, dan ada yang berbincang-bincang dengan temannya, dan ketika guru memberikan tugas dan menyuruh para siswa untuk membentuk kelompok, ada yang langsung membentuk kelompok, dan ada siswa yang masih duduk di tempat dan tidak membentuk kelompok. Ketika materi diberikan oleh guru, maka perhatian dan konsentrasi dari siswa akan menentukan bagaimana dia mempersepsikan tugas tersebut dan menentukan tindakan yang akan siswa lakukan selanjutnya. Pada siswa di kelas X TEX 2, siswa yang memperhatikan guru saat mengajarkan materi dengan baik, maka perhatiannya akan terfokus pada tugas dan kemudian mengerjakannya sesuai dengan instruksi tugas yang diberikan. Sedangkan bagi siswa yang berbincang-bincang ketika proses belajar dan tidak memperhatikan guru yang sedang mengajar, perhatiannya akan luput dari tugas sehingga saat tugas diberikan, siswa tersebut santai dan tidak langsung mengerjakan tugas dan instruksi
yang diberikan.

C. Teori Metakognisi dan Pemecahan Masalah
Secara umum, metakognisi dapat dikatakan sebagai berpikir tentang pemikiran. Beberapa perspektif menekankan pengetahuan individual tentang kognisi dan penggunaan strategi. Komponen utama dari metakognisi adalah:(1) pengetahuan dan kesadaran tentang pemikiran diri sendiri,(2) pengetahuan tentang kapan dan di mana mesti menggunakkan strategi yang     diperolehPengetahuan tentang pemikiran seseorang mencakup informasi tentang kapasitas dan keterbatasan dirinya sendiri dan kesadaran akan kesulitan selama belajar sehingga dapat dilakukan perbaikan.Model aktivitas meta kognitif dalam belajar terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian tugas, penentuan tujuan dan perencanaan, melakukan taktik dan strategi studi, dan mengadaptasi studi. Jika tugas studi sama, tahapannya bisa dilompati.Masing-masing tahap menghasilkan suatu produk yang dievaluasi pemelajar (aktivitas kognitif) dan memutakhirkan kondisi tindakan untuk tahap selanjutnya. Persepsi siswa terhadap tugas belajar, misalnya adalah basis untuk penentuan dan tujuan di tahap kedua. Standar personal siswa juga memengaruhi tindakan di setiap tahap. Waktu yang tersedia untuk belajar juga memegaruhi keputusan siswa. Pada saat guru memberikan tugas, siswa/i kelas X TEX 2 ada yang tampak mengerjakannya dengan sungguh-sungguh, dan ada juga yang mengerjakan tugas dengan seadanya, bahkan membuka program yang tidak berhubungan dengan tugas. Hal ini terjadi karena pada saat para siswa diberikan tugas, mereka akan melakukan tahap-tahap model aktivitas metakognitif. Saat diberikan tugas, siswa akan mendefinisikan tugas, yaitu memunculkan persepsi tugas tersebut. Pada awalnya guru memberikan tugas untuk membuat produk minuman kemasan yang dapat menarik banyak konsumen, setelah itu siswa mengetahui tujuan dari tugas yang diberikan kemudian mereka mulai menyusun rencana bagaimana membuat suatu produk kemasan yang dapat menarik perhatian konsumen. Pada tahap model aktivitas kognitif yang pertama, para siswa akan mempersepsikan sifat dari tugas tersebut. Kemudian pada tahap kedua siswa akan memilih cara untuk menangani tugas tersebut, mereka akan memikirkan apa yang akan harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Bagi siswa yang mempersepsikan tugas tersebut penting akan berencana mengerjakan tugas tersebut dengan baik, salah satu caranya dengan berdiskusi dengan guru tentang tugas, atau menanyakan bagian tugas yang tidak dipahami. Sedangkan siswa yang mempersepsikan tugasnya sebagai tugas biasa, akan berencana untuk mengerjakan tugas dengan seadanya, sesuai instruksi yang sudah ada. Kemudian pada tahap tiga, para siswa melakukan strategi yang mereka rencanakan pada tahap kedua. Dan dalam tahap tiga, siswa mempersepsikan tugas dengan biasa-biasa saja, akan beranggapan tidak ada lagi hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan tugas, akan mengabaikan tugas tersebut, dan melakukan hal yang dia persepsikan lebih penting, pada salah satu siswa di kelas X TEX 2, ada yang langsung membuka program untuk mengedit foto, padahal teman sekelompoknya masih mengerjakan tugas. Dan pada tahap yang keempat, mereka akan mengadaptasi hasil tugas mereka, apakah mereka sudah puas dengan usaha dan hasil dari tugas yang mereka kerjakan, atau masih tidak puas dan akan melakukan perubahan pada tugas-tugas lainnya nanti.

                                       BAB III Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil observasi dan analisa berdasarkan teori, kelompok dapat menyimpulkan dan memiliki saran sebagai berikut :

A. Kesimpulan
Sistem pembelajaran modern yang dilakukan oleh SMK Tritech telah berhasil diterapkan dengan cukup baik oleh para guru dan siswa. Penggunaan media pembelajaran seperti laptop dan televisi, memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran baik kepada siswa, dan kepada guru. Fasilitas di dalam kelas cukup lengkap untuk mendukung proses pembelajaran. Saat proses belajar, metode pengajaran berupa diskusi yang dilakukan guru membuat para siswa di dalam kelas tidak merasa tegang, sehingga siswa tidak takut memberikan pendapat.

B.Saran
Ruangan kelas sebaiknya diperluas agar bisa memaksimalkan proses belajar sehingga kelas tidak terkesan penuh dan sempit. Kelas yang luas dapat menambah kenyamanan siswa saat melakukan proses belajar. Sehingga siswa dapat fokus dengan proses belajar dan tidak mudah terdistraksi dengan hal-hal lain. Guru yang mengajar juga sebaiknya bisa lebih mengontrol kondisi kelas agar siswa tetap fokus dengan pelajaran.

                                                               Daftar Pustaka

Gredler, M. E. (2011). Learning and instruction. Teori dan Aplikasi: edisi keenam. Jakarta: Kencana.

                                                                 LAMPIRAN
                                                                     FOTO




Testimoni UTS Psi. Belajar

Diposting oleh 11.126evafb di 05.46 0 komentar
Aaaaaaaaaaaaaa.
Akirnyaa setelah sekian lama lupa passwordnya apa dan sekian lama gg update.T.T
yaah.... walaupun telat kasih testimoni tapi lebih baik telat daripada tidak sama sekali.

Ujian kali ini emng beda dari jenis ujian-ujian yang lainnya, lebih asik karena ujiannya secara online meskipun harus berjuang dengan yang namanya jaringan.
Awalnya saya baca soal pertama itu siang dan langsung jawab, tapi saya harus sabar nunggu feedback yang diberikan oleh dosen pengampu. Setelah dapat feedback saya langsung ngerjain yang soal kedua dan ketiga

Tapi pas saya selesai mengerjakan soal kedua dan perasaan saya sudah tenang.
Pas pagi2 buka email jeng ...jeng....jengg muncul soal yang lain.
Bngung mau bilang apa lagii. Perasaan smalam udah selesai soal ketiga kok tiba-tiba muncul soal lagi bukan feedback ataupun yang lainnya T.T
Tapi tetap aja saya mengerjakan soal tersebut. Lama dapat feedback dari dosen pengampu karena bnyak juga mahasiswa yang ikut ujian online. Setelah nunggu agak lama akirnya di feedback tugas saya. Nilai yang saya dapat "82"gg sesuai dengan harapan sihh tapii tidak mengapalah mungkin memng saya yang kurang maksimal mengerjakan ujiannya.

 

'" Willkommen"' Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei