Sabtu, 12 April 2014

METODE PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Diposting oleh 11.126evafb di 09.21 0 komentar




Metode yang digunakan dalam pendidikan orang dewasa sangat banyak. Mulai dari penyajian formal sampai dengan widya wisata. Pengetahuan tentang metode ini sangat penting agar dapat menentukan metode yang sesuai dengan program pendidikan orang dewasa yang dilaksanakan. Metode orang dewasa dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu:
1.      Kontinum proses belajar
Dari sudut pandang kontinum proses belajar, orang dewasa yang sedang belajar dapat menggunakan metode antara lain: (1) bacaan,(2) ceramah,(3) diskusi,(4) latihan partisipasi, (5) studi kasus,(6) permainan peran/ role playing,(7) instrumentasi,(8) pengalaman struktur,(9) kelompok pertumbuhan intensif.
2.      Jenis pertemuan
Dari sudut pandang jenis pertemuan, pendidikan orang dewasa dapat menggunakan metode, (1) institusi/pelatihan,(2) konvensi,(3) konferensi,(4) lokakarya/workshop,(5) seminar,(6) kursus kilat,(7) kuliah bersambung,(8) kelas formal,dan (9) diskusi terbuka.
Selanjutnya, metode dalam pertemuan secra lengkap terdiri dari:
1.      Penyajian formal : ceramah atau kuliah, symposium, diskusi panel, kolokium,
2.      Teknik diskusi: diskusi kelompok dengan wakil pimpinan, kelompok huddle, sesi buzz, teknik” Phillips 66”, tim pimpinan, tim pendengar, permainan peran, skit drama, curah pendapat, diskusi informal, debat, diskusi mangkok ikan, teknik kelompok nominal, forum kuliah, forum symposium, forum panel
3.       Demontrasi dan laboratorium : demontrasi metode dan hasil, prosedur laboratorium
4.      Widyawisata
5.      Audiovisual dan komnukasi tertulis.

Sumber : Suprijanto,2007. Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara

PROSES BELAJAR MENGAJAR & PERENCANAAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Diposting oleh 11.126evafb di 08.24 0 komentar



A.    Proses belajar mengajar pendidikan orang dewasa
Proses belajar mengajar orang dewasa adalah suatu proses berlangsungnya kegiatan belajar yang dilakukan noleh pelajar atau peserta didik dan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh pendidik atau pembimbing. Peserta didik belajar melalui suatu proses belajar yang berlangsung secara bertahap dimulai dari timbulnya motivasi, dilanjutkan perhatian pada pembelajran, menerima dan mengingat, reproduksi, generalisasi, diakhiri dengan melaksanakan tugas belajar dan memberikan umpan balik atas hasil belajar.
Sementara itu, cirri-ciri belajar orang dewasa yang perlu diperhatikan antara lain (1) motivasi belajar berasal dari dirinya sendiri,(2) orang dewasa belajar jika bermanfaat bagi dirinya,(3) orang dewasa akan belajar jika pendapatnya dihormati,(4) adanya kepercayaan antra pembimbing dan peserta didik,(5) mengharapkan suasan belajar yang menyenangkan dan menantang,(6) ingin mengetahui kelebihan dan kekurangannya,(7) orientasi belajar orang dewasa terrpusat pada kehidupan nyata,(8) adanya sumber-sumber,(9) mengutamakan perannya sebagai peserta didik,(10) belajar bagi orang dewasa adalah hasil mengalami sesuatu,(11) belajar adalah proses emosional dan intelektual sekaligus, (12) belajar merupakan hasil kerja sama antara manusia, (13) terjadi komunikasi timbal balik dan pertukaran pendapat, (14) belajar bagi orang dewasa bersifat unik,(15) orang dewasa umumnya mempunyai pendapat, kecerdasan, dan cara belajar yang berbeda.
B.     Perencanaan Pendidikan Orang Dewasa
Suatu perencanaan pendidikan mempunyai komponen tretentu yaitu (1) peserta didik, (2) tujuan belajar, (3) sumber belajar, (4) kurikulum,(5) organisasi pelaksana,(6) kondisi masyarakat setempat,(7) kemanfaatan langsung. Prinsip perencanaan partisipatif adalah (1) hubungan dengan masyarakat,(2) partisipan tertarik dan mau belajar dari yang ahli,(3) menggunakan teknik kerja kelompok,(4) membuat ramalan dan program,(5) mengambil keputusan secara bersama.
Dalam mengidentifikasi tujuan umum pengajaran, terdapat criteria antara lain (1) pernyataan umum dan jelas tentang hasil belajar,(2) penjelasan tentang apa yang akan dicapai peserta didik,(3) jelas berhubungan dengan kebutuhan yang telah ditetapkan,(4) dapat dicapai dengan baik jika menggunakan pengajaran daripada dengan alat lain. Evaluasi sumatif perlu dirancang dan dilakukan untuk mengetahui efektivitas satuan acara pengajaran.


Sumber : Suprijanto,2007. Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara
 



Rabu, 09 April 2014

PENGERTIAN & PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Diposting oleh 11.126evafb di 22.45 1 komentar



A.    Pengertian Pendidikan Orang Dewasa
Defenisi Pendidikan Nasional menurut Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003, adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Cirri- cirri pendidikan nasional adalah (1) mempunyai komponen yang saling berhubungan satu sama lain; (2) komponen tersebut merupakan satu kesatuan; (3) mempunyai tujuan tertentu;(4) tujuan tu dapat tercapai dengan berfungsinya komponen tersebut (Faisal,1981).pendidikan dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu (1) pendidikan formal,(2) nonformal,(3) informal.
Pendidikan dewasa dirumuskan sebagai suatu proses yang menumbuhkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan seumur hidup.pendidikan andragogy berbeda dengan pendidikan paedagogy. Pendidikan anak-anak berlangsung dalam bentuk identifikasi dan peniruan, sedangkan pendidikan orang dewasa berlangsung dalam bentuk pengarahan diri sendiri untuk memecahkan masalah.menurut UNESCO (Townsend Coles, 1977 dalam Lanundi,1982) mendefinisikan pendidikan orang dewasa sebgai berikut :
“ keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan, apapun isinya, tingkatan, metode baik formal atau tidak, yang melanjutkan maupun menggantikan pendidikan  semula di sekolah, akademi dan universitas serta latihan kerja, yang membuat orang yang dianggap dewasa oleh masyarakat mengembangkan kemampuannya, meningkatkan kualifikasi teknis ataupun profesionalnya,  memperkaya pengetahuannya, dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan perilakunya dalam perspektif rangkap perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam pengembangan social, ekonomi, dan budaya yang seimbang dan bebas.”
B.     PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA
Prinsip pendidikan orang dewasa terdiri dari :
1.      Hukum Belajar
Hukum belajar berisi ketentuan tentang cara orang belajar dan kondisi yang dapat meningkatkan hasil belajar. Terdiri dari 8 unsur pokok (1) keinginan belajar,(2) pengertian terhadap tugas,(3) hukum latihan,(4) hukum akibat,(5) hukum asosiasi,(6) minat, keuletan,intensitas, (7) ketetapan hati,(8) pengetahuan akan keberahsilan dan kegagalan.
2.      Penetapan tujuan
Penentapan tujuan terdiri dari tujuan umum ( tregantung dari visi dan misi suatu Negara), tujuan khusus ( terdiri dari tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor).
3.      Pemilihan Materi Pelajaran
Dalam memilih materi pelajaran harus menggunakan criteria seperti materi harus menarik, dapat dimengerti, bermanfaat, dapat membnatu tujuan pendidikan, dan sesuai dengan subjek yang telah ditetapkan.
4.      Pengembangan Sikap
Hal yang penting dari pengembangan sikap ini yaitu mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan emosi  menghadapi situasi hidup sehari-hari. Emosi yang terkendali akan dapat memberikan warna, semangat dan kebahagiaan hidup.
5.      Idealism
Idealism disini adalah suatu standar kesempurnaan yang diterima oleh individu atau kelompok. Prinsip utama dalam mengajarkan idealism adalah peserta didik harus mengetahui idealism melalui bacaan, diskusi, pengamatan, dan bimbingan.
6.      Minat
Pengembangan minat diarahkan pada minat untuk belajar, dimana makin besar minatnya , makin besar semangatnya dan makin besar juga hasil kerjanya.
7.      Pengajaran Pengethuan
Pengetahuan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu (1) pengetahuan yang harus diingat secra permanen seperti kebenaran, prinsip umum, hkum dan teknik (2) pengetahuan yang cukup dipelajari dimana menemukan dan bagimana menggunakannya.

sumber : Suprijanto, 2007. Pendidikan Orang Dewasa : dari teori hingga aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara.

Senin, 20 Januari 2014

Teori Belajar Lev S. Vygotsky

Diposting oleh 11.126evafb di 04.15 0 komentar
Teori belajar Vygotsky menekankan pada pentingnya aspek sosial dalam pembelajaran. Proses pembelajaran akan lebih efektif jika anak mengerjakan tugas-tugas yang belum dipelajari, tetapi tugas-tugas belajar tersebut masih berada pada tingkat perkembangan sedikit diatas perkembangan siswa saat ini. Percakapan dan kerja sama antar individu dalam pembelajaran adalah mediasi untuk menciptakan perkembangan mental siswa dalam pembelajaran. Sehingga dengan fungsi mental yang tinggi siswa akan mudah berperan sebagai pebelajar.

Peran guru dalam pembelajaran adalah sebagai pembimbing sekaligus memberikan bantuan belajar kepada siswa.Pada saat awal-awal pembelajaran bantuan guru bersifat lebih dominan namun ketika siswa sudah mampu maka bantuan guru diminimalisir dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil alih tanggung jawab belajarnya.Teknis pemberian bantuan belajar menurut Vygotsky tersesebut disebut Scaffolding. Implikasi dalam pembelajaran adalah siswa diberikan tugas-tugas yang kompleks dan sulit serta realistik kemudian diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas belajarnya.

Minggu, 19 Januari 2014

Teori Belajar Robert Gagne

Diposting oleh 11.126evafb di 05.10 0 komentar
Pembelajaran menurut Gagne adalah seperangkat    proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari persitiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi).  Agar kondisi eksternal itu lebih bermakna sebaiknya diorganisasikan dalam urutan persitiwa pembelajaran (metode atau perlakuan).  Selain itu, dalam usaha mengatur kondisi eksternal dierlukan berbagai rangsangan yang dapat diterima oleh panca indra, yang dikenal dengan nama media dan sumber belajar.Pembelajaran menurut Gagne hendaknya mampu menimbulkan persitiwa belajar dan proses kognitif.  Peristiwa belajar (instructional events) adalah persitiwa dengan urutan sebagai berikut : menimbulkan minat dan memusatkan perhatian agar peserta didik siap menerima pelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran agar pseerta didik tahu apa yang diharapkan dala pembelajaran itu, mengingat kembali konsep/prinsip yang telah dipelajari sebelumnya yang merupakan prasyarat, menyampaikan materi pembelajaran, memberikan bimbingan atau pedoman untuk belajar, membangkitkan timbulnya unjuk kerja peserta didik, memberikan umpan balik tentang kebenaran pelaksanaan tugas, mengukur/evaluasi belajar, dan memperkuat referensi dan transfer belajar.
Menurut Gagne, belajar memberi kontribusi terhadap adaptasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses yang logis, sehingga perkembangan perilaku (behaviour) adalah hasil dari efek belajar yang kumulatif serta tidak dapat didefinisikan dengan mudah karena belajar bersifat kompleks

Menurut Gagne ada lima kategori kemampuan belajar, yaitu :a. keterampilan intelektual atau kemmepuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya masing-masing dengan penggunaan lambang.  Kemampuan ini meliputi:(1) asosiasi dan mata rantai (menghubungkan suatu lambang dengan suatu fakta) (2) diskriminasi (membedakan suatu lambang dengan lambang lain) (3) konsep (mendefinisikan suatu pengertian atau prosedur) (4) kaidah (mengkombinasikan beberapa konsep dengan suatu cara) (5)  kaidah lebih tinggi (menggunakan beberapa kaidah dalam memecahkan suatu masalah) ; b. strategi/siasat kognitif yaitu keterampilan peserta didik untuk mengatur proses internal perhatian, belajar, ingatan dan pikiran ;c. informasi verbal, yaitu kemampuan untuk mengenal dan menyimpan nama atau istilah, fakta, dan serangkaian fakta yang merupakan kumpulan pengetahuan ; d.  keterampilan motorik, yaitu keterampilan mengorganisasikan gerakan sehingga terbentuk keutuhan gerakan yang mulus, teratur, dan tepat waktu ;e. sikap, yaitu keadaan dalam diri peserta didik yang mempengaruhi (bertindak sebagai moderator atas pilihan untuk bertindak).  Sikap ini meliputi komponen afektif, kognitif dan psikomotorik.

UAS

Diposting oleh 11.126evafb di 04.32 0 komentar
Ujian Akhir Semester tiba jugaaaaa. 

Gak terasa ternyata, banyak pengalaman yang udah  didpat selama 1 Semester ini. Semakin tingkat atas, semakin ngerasa bosan sih sebenranya. Makin banyak aja tugas yang diberikan, deadline yang  diberikan semuanya dekat-dekat T.T , semuanya yang bertingkat – tingkat semakinlah. Berharap mendapatkan hasil yang baik untuk ujiaanya, karena berjuang mati-matian untuk mengerjakan semua tugas tersebut dan berusaha untuk bisa me-recall  supaya mampu menjawab ujiannya dengan hasil yang maksimal. Semoga semua dilancarkan selancar –lancarnya ajaa. 
 

'" Willkommen"' Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei