Senin, 23 Juni 2014

METODE DEMONSTRASI

Diposting oleh 11.126evafb di 03.13 0 komentar
Metode Demonstrasi dapat berhasil jika digunakan dalam pengajaran manipulative dan ketrampilan, pengembangan pengertian, untuk menunjukkan bagaimana melakukan praktik-pratik baru, untuk memperkuat penerimaan terhadap sesuatu yang baru, dan memperbaiki cara melakukan sesuatu.
Jenis Metode Demonstrasi

Secara umum ada dua jenis metode demonstrasi, yaitu:
1. Metode Demonstasi Cara. Demonstrasi ini menunjukkan bagaimana mengerjakan sesuatu. Bahan-bahan yang digunakan dalam perkerjaan yang sedang diajarkan., memeprlihatkan, serta menjelaskan setiap langkah pengerjaannya juga diperlihatkan dalam metode ini. Metode ini biasanya dapat diselesaikan dalam waktu yang relative singkat dan tidak memerlukan banyak biaya.

2. Metode Demonstrasi Hasil. Metode ini dimaksudkan untuk menunjukkan hasul dari bebarapa praktik dengan menggnakan bukti-bukti yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan.
       Keuntungan dan Keterbatasan Metode Demonstrasi

 1. Keuntungan Metode Demonstrasi
Morgan, (1976) ; Flores, Bueno dan Lapastora, (1984), menyatakan ada beberapa keuntungan metode demonstrasi yaitu:
a. Demostrasi menarik dan menahan perhatian. 
b. Demonstrasi menghadirkan subjek dengan cara yang mudah dipaham. 
c. Menyakinkan hal-hal yang meraguakan apakah dapat atau tidak dapat dikerjakan. 
d. Dalam metode ini memiliki objek yang nyata.
e. Metode ini menunjukkan penlaksaan ilmu pengetahuan dengan contoh. 
f. Mempercepat penyerapan langsung dari sumbernya. 
g. Membantu mengembangkan kepemimpinan lokal. 
h. Memberikan bukti bagi praktik yang diajurkan.
2.   Keterbatasan Metode Demontrasi 
Ada beberapa keterbatasan metode demonstrasi antara lain:a. Metode ini tidak muda dilaksanakan.(b). Terbatas hanya untuk jenis pengajaran tertentu.(c).   Hasil memerlukan waktu yang banyak dan agar mahal.(d). Memerlukan persiapan awal.(e). Memerlukan persiapan awal.(f). Dapat terpengaruh oleh cuaca.(g). Dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil.


Langkah-langkah Metode Demonstrasi Cara
Menurut Morgan (1976), Kang & Song (1984), dan Flores, Bueno & Lapastora (1983) ada beberapa langkah yaitu:1. Merencanakan demonstrasi cara 2.  Mempersiapkan demonstrator 3. Mempersiapkan pengamat. 4. Melakukan demonstrasi cara 5. Menganalisis hasil 

Tahap Demonstrasi Hasil
Ada bebarapa tahap dalam metode ini, yaitu: 
1. Merencanakan demonstrasi hasil 
2.   Mempersiapkan demonstrasi 
3. Melaksanakan demonstrasi hasil 
4. Mempergunakan hasil


Sumber : Suprijanto,2007. Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara

METODE PELATIHAN

Diposting oleh 11.126evafb di 03.04 0 komentar
 Fatimah Lubis (10-050)
Nanda Lukita (10-105)
Cynthia Halim (11-044)
Aisyah Huwaida (11-065)
Ahlak Kazimi (12-103)


Pelatihan adalah salah satu metode dalam pendidikan orang dewasa atau dalam suatu pertemuan yang biasa digunakan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan mengubah sikap peserta dengan cara yang spesifik. Pengetahuan tentang jenis pelatihan dan bagaimana merancang suatu pelatihan ini sangat penting, agar pelatihan yang dilaksanakan dengan efektif mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Persiapan Pelatihan
            Mengamati situasi di perusahaan atau di rumah merupakan hal yang penting, yaitu untuk menentukan masalah yang perlu pemecahan. Identifikasi masalah biasanya merupakan langkah pertama menuju pemecahan masalah.
Manfaat Pelatihan
            Tidak ada bisnis atau industri yang mengizinkan semua pimpinan menyerahkan semua kegiatan pada keputusan kelompok. Demikian juga, tidak ada bisnis atau industri dapat berjalan dengan kediktatoran secara penuh dari atas ke bawah. Diharapkan bahwa pelatihan kepekaan akan membantu kelompok dalam mengenal bagaimana melakukan kompromi yang menyenangkan di antara kedua ekstrem trbt.
Hal – Hal yang perlu diperhatikan dalam merancang pelatihan.
            Pada setiap perencanaan selalu ada unsur-unsur :
1.  Siapa ?
2.  Apa    ?
3. Di mana      ?
5. Bagaimana ?
Kapan (Kertasapoetra, 1994, Ibrahim, 2003, Proyek Deliveri, 2000b). sejalan dengan itu, dalam perencanaan pelatihan pun terdapat unsur-unsur trsbt. Seperti dikemukakan oleh (Lunandi, 1982), unsure-unsur perencanaan pelatihan antara lain sbg berikut,
1. Siapa yang akan dipilih ?
2. Apa yang akan mereka pelajari ?
3. Siapa yang akan menyampaikan pelajaran ?
4. Dengan cara bagaimana mereka akan dilatih ?
5. Bagaimana hasil pelatihan akan dievaluasi ?
Dalam pelatihan kepekaan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni kelompok- T, persiapan, manfaat, dan peringatan bagi perencana pelatihan kepekaan. Sementara itu, hal yang perlu diperhatikan dalam pelatihan kepemimpinan adalah penentuan tujuan pelatihan yang tepat. Selanjutnya, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelatihan kerja adalah definisi, asumsi, dan rasional dasar, desain pelatihan, serta evaluasi.
Ada 5 pertanyaan yang perlu di jawab dalam perencanaan pelatihan :
1. Siapa yang akan dilatih ?
2. Apa yang akan mereka pelajari?
3. Siapa yang akan menyampaikan pelajaran ?
4. Dengan cara bagaimana mereka yang akan dilatih ? dan
5. Bagaimana hasil pelatihan akan dievaluasi ?

Disamping itu, terdapat enam langkah dalam perencanaan pelatihan, yaitu :
1. Menentukan kebutuhan
2. Menentukan sasaran
3. Merencanakan sumber
4. Mengenal hambatan
5. Menentukan alternative
6. Melakukan seleksi
Dalam melaksanakan pelatihan, di samping materi pelatiahan dan pembimbing, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pengaturan ruangan, antara lain :
1. Ruangan untuk diskusi panel
2. Ruangan khusus untuk diskusi kelompok kecil
3. Penerangan dan stop kontak untuk menggunakan alat-alat bantu
4. Fentilasi
5  Kebersihan ruangan
6. Ketenangan
7. Kursi untuk para peserta

Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahwa sampah seharusnya dikurangi, maka dari itu kelompok mengangkat tema pelatihan yakni pelestarian lingkungan dengan recycle sumpit menjadi alas makan.
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah kelompok mengharapkan Masyarakat lebih peka dengan lingkungan dan bertambah pengetahuannya untuk melestarikan lingkungan.

Peserta/ Sasaran ketika Pelatihan :
A. Teman-teman dikelas Andragogi

Target perubahan (Perubahan perilaku yang diharapkan) :
1. Timbulnya kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan
2. Meningkatnya pengetahuan masyarakat untuk sadar lingkungan dengan 3R
INI HASIL MASING-MASING KELOMPOK KETIKA MEMBUAT RECYCLESUMPIT MENJADI ALAS PIRING MAKAN :


Alat yang digunakan :
1. Sumpit
2. Lem UHU
3. Cat warna
4. Pernis ( pengkilat )
Prosedur pelaksanaan :
1.  Menggumpulkan sumpit bekas yang telah dicuci lalu sumpit direndam dengan pewangi agar sumpit tidak meninggalkan bau dari makanan, setelah bau sumpit hilang sumpit tersebut dijemur, setelah sumpit tersebut kering dan wangi, sumpit tersebut diberi pewarna dari cat lalu setelah warna merata di bagian badan sumpit, sumpit tersebut di jemur kembali agar warnanya menempel dengan bagus.
2.  Susun sumpit menjadi dua dan di rekat dengan lem. Setelah terkumpul sususan sumpit yang berjumlah dua, kita susun sumpit tersebut menjadi tidak sejajar  diretkan dengan lem. Buat sepanjang yang kita inginkan.

Senin, 14 April 2014

Laporan Perancangan Metode Pelatihan

Diposting oleh 11.126evafb di 06.36 0 komentar

TUGAS  KELOMPOK 4 :

A.    LATAR BELAKANG
Melestarikan lingkungan untuk hidup harmonis dengan alam. Demi mempromosikan pengurangan limbah dan memotivasi daur ulang tanpa memandang usia dan status sosial dan tanpa takut kotoran. Masalah dari perubahan lingkungan berdampak langsung dengan perilaku manusia, diantara masalah-masalah itu adalah masalah-masalah yang yang dihadapi baik sebagai individu, sebagai bangsa maupun sebagai spesies.
Belakangan ini, begitu banyak orang yang tidak peduli dan tidak sadar dengan lingkungannya, terlihat dari banyak sekali  sampah yang berserakan dan dibuang sembarangan, serta pemakaian bahan plastik atau bahan-bahan yang susah untuk diurai yang dapat menyebabkan global warming. Masyarakat begitu tidak peduli dengan apa yang akan trejadi jika mereka berbuat seperti itu, mereka tidak mementingkan bagaimana anak cucu mereka bisa hidup dengan keadaan lingkungan yang semakin hari semakin buruk. Padahal, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi global warming. Pelestarian lingkungan yang terkenal adalah prinsip 3R, Reduce (mengurangi penggunaan barang yang tidak diperlukan), Reuse (menggunakan kembali barang yang masih bisa digunakan), dan apabila kedua langkah tidak lagi bisa dilakukan barulah melakukan Recycle (daur ulang). Recyle membuat bahan atau benda yang susah diurai menjadi benda yang kembali berfungsi dan dapat digunakan kembali dalam kegiatan kita sehari-hari contohnya sumpit yang akan di daur ulang menjadi sebuah alas makan, bahan yang telah di daur ulang juga dapat menjadi salah satu sumber penghasilan ketika barang tersebut bisa terjual. Untuk recycle barang bekas juga tidak sulit hanya saja butuh kesadaran mengenai pentingnya kesejahteraan lingkungan dan meluangkan sedikit waktu dan energy untuk membuatnya.
Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahwa sampah seharusnya dikurangi, maka dari itu kelompok mengangkat tema pelatihan yakni pelestarian lingkungan dengan recycle sumpit menjadi alas makan.
Pelatihan sosialisasi merupakan penyampaian informasi dengan melipatgandakan pihak-pihak penerima pesan (receiver) yang dalam hal ini adalah publik, dimana publik yang terdiri dari banyak individu yang memiliki skala intelektualitas yang berbeda. Sebagai contoh, seseorang yang berpendidikan sekolah dasar dengan universitas tentu saja berbeda dalam menanggapi sosialisasi tentang informasi tertentu. Kegiatan sosialisasi merupakan proses komunikasi yang sangat erat kaitannya dengan disiplin ilmu komunikasi, yang menurut William G Scoot dipengaruhi oleh 5 (lima) faktor, yaitu :
a.       The Act (Perbuatan)
b.      The Scene (Adegan)
c.       The Agent (Pelaku)
d.      The Agency (Perantara)
e.       The Purpose (Tujuan)

B.     TUJUAN
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah kelompok mengharapkan Masyarakat lebih peka dengan lingkungan dan bertambah pengetahuannya untuk melestarikan lingkungan.

C.    PESERTA PELATIHAN
Peserta/ Sasaran ketika Pelatihan :
1.      Teman-teman dikelas Andragogi

D.    TARGET
Target perubahan (Perubahan perilaku yang diharapkan) :
2.      Timbulnya kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan
3.      Meningkatnya pengetahuan masyarakat untuk sadar lingkungan dengan 3R.

E.     ALAT & BAHAN
Alat yang digunakan :
1.      Sumpit
2.      Lem UHU
3.      Cat warna
4.      Pernis ( pengkilat )

F.     PROSEDUR PELAKSANAAN

Prosedur pelaksanaan :
1.      Menggumpulkan sumpit bekas yang telah dicuci lalu sumpit direndam dengan pewangi agar sumpit tidak meninggalkan bau dari makanan, setelah bau sumpit hilang sumpit tersebut dijemur, setelah sumpit tersebut kering dan wangi, sumpit tersebut diberi pewarna dari cat lalu setelah warna merata di bagian badan sumpit, sumpit tersebut di jemur kembali agar warnanya menempel dengan bagus.
2.      Susun sumpit menjadi dua dan di rekat dengan lem. Setelah terkumpul sususan sumpit yang berjumlah dua, kita susun sumpit tersebut menjadi tidak sejajar  diretkan dengan lem. Buat sepanjang yang kita inginkan.

Sabtu, 12 April 2014

METODE PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Diposting oleh 11.126evafb di 09.21 0 komentar




Metode yang digunakan dalam pendidikan orang dewasa sangat banyak. Mulai dari penyajian formal sampai dengan widya wisata. Pengetahuan tentang metode ini sangat penting agar dapat menentukan metode yang sesuai dengan program pendidikan orang dewasa yang dilaksanakan. Metode orang dewasa dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu:
1.      Kontinum proses belajar
Dari sudut pandang kontinum proses belajar, orang dewasa yang sedang belajar dapat menggunakan metode antara lain: (1) bacaan,(2) ceramah,(3) diskusi,(4) latihan partisipasi, (5) studi kasus,(6) permainan peran/ role playing,(7) instrumentasi,(8) pengalaman struktur,(9) kelompok pertumbuhan intensif.
2.      Jenis pertemuan
Dari sudut pandang jenis pertemuan, pendidikan orang dewasa dapat menggunakan metode, (1) institusi/pelatihan,(2) konvensi,(3) konferensi,(4) lokakarya/workshop,(5) seminar,(6) kursus kilat,(7) kuliah bersambung,(8) kelas formal,dan (9) diskusi terbuka.
Selanjutnya, metode dalam pertemuan secra lengkap terdiri dari:
1.      Penyajian formal : ceramah atau kuliah, symposium, diskusi panel, kolokium,
2.      Teknik diskusi: diskusi kelompok dengan wakil pimpinan, kelompok huddle, sesi buzz, teknik” Phillips 66”, tim pimpinan, tim pendengar, permainan peran, skit drama, curah pendapat, diskusi informal, debat, diskusi mangkok ikan, teknik kelompok nominal, forum kuliah, forum symposium, forum panel
3.       Demontrasi dan laboratorium : demontrasi metode dan hasil, prosedur laboratorium
4.      Widyawisata
5.      Audiovisual dan komnukasi tertulis.

Sumber : Suprijanto,2007. Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara
 

'" Willkommen"' Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei