Rabu, 26 November 2014

Lampu Tidur

Diposting oleh 11.126evafb di 12.14 0 komentar
Salah satu tugas dari MK.Kreativitas adalah membuat "masterpiece" yaitu karya dari individu. awalnyha, saya bingung ingin membuat apa, banyak hal yang trepikir di benak saya dan pernah membuat beberapa barang yang pada akhirnya gagal. Lalu, ketika saya membongkar gudang saya menemukan ada lampu hiasan natal yang tidak terpakai, kemudian saya berfikir agak lama apa yaa yang bisa dibuat dari lampu hiasan natal ini?? kemudian saya mendapat insight gimana kalau membuat lampu tidur. kenapa saya membuat lampu tidur?? karena saya sangat sering tidur tanpa lampu yang terang dan memang suka dengan semua jenis lampu tidur yang unik. tetapi saya bingung, dengan cara apa supaya lampu hiasan natal ini trelihat semakin unik dan keren. Kemudian saya membuka dan mencari dari berbagai sumber untuk menginspirasi saya, lalu syaa tertarik dengan lampu tidur yang sekarang lagi nge-hits  yaitu lampu tidur dari bola pingpong. dan lampu tidur ini juga akan saya berikan sebagai  gift  untuk sahabat saya yang akan berulang tahun ( biar hemat juga ).

Berikut alat dan bahannya :
1. lampu hiasan natal yang sudah tidak terpakai yang warna-warni
2. bola pingpong
3. cutter atau paku tembok.

Cara membuat :
1. buat lubang kecil pada bola pingpong dengan menggunakan cutter atau paku tembok
2. masukkan lampu ke dalam bola pingpong yang sudah dilubangi.
3. selesai!!

so simple kan???
mau coba?? silahkan buat sendiri dan semoga menginspirasi kita semua...





Jumat, 24 Oktober 2014

Konsep Tugas Akhir Kreativitas

Diposting oleh 11.126evafb di 00.39 0 komentar
Dinda Rizvina Nasution  111301007  
Puspa A. Tantri                 111301102
Rizki Hasanah                   111301029
 Eva Brahmana                  111301126
M. Rizki Nugroho              111301062

Adapun konsep mengenai karya yang akan kami tampilkan nanti jika dikaitkan dengan empat tahap proses kreativitas (Wallas, 1926), yakni:

Tahap I (Persiapan)

-Mempersiapkan diri menyelesaikan masalah

Beberapa hari setelah mendapatkan tugas kelompok untuk membuat suatu karya yang nantinya akan ditampilkan sehabis Ujian Tengah Semester (UTS), kami memutuskan untuk merundingkan/mendiskusikan kira-kira apa yang akan kami tampilkan.

-Mencari dan menghimpun data atau informasi

Di tahap ini, kami mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tugas ini. Adapun hal-hal tersebut yakni, kami bebas menampilkan apa saja, dapat berbau penampilan ataupun berbentuk sebuah produk. Sebelum menampilkan tugas ini, pada tanggal 24 Oktober kami diwajibkan memposting bagaimana konsep kami nantinya. Setelah itu, kami memutuskan untuk berdiskusi guna menetapkan penampilan apa yang akan kami persembahkan kelak.

Tahap II (Inkubasi) 

Ketika kami belum dapat keputusan apa yang akan ditampilkan, kami memutuskan untuk mendiamkan informasi itu sejenak.

Tahap III (Iluminasi)

Setelah berdiam diri, akhirnya salah satu anggota kelompok mendapatkan insight yaitu ingin membuat film kartun (animasi) yang kemudian diperkuat oleh anggota kelompok lainnya dengan memberikan masukan agar dalam film tersebut mengandung nilai-nilai moral dan edukasi.

Tahap IV (Verifikasi)

Akhirnya kelompok pun memutuskan untuk menampilkan film kartun (animasi) yang bukan sekedar hiburan semata namun juga memberikan nilai-nilai moral dan edukasi pada tiap penontonya. 

Ketika individu ataupun kelompok memutuskan untuk membuat ataupun melakukan sesuatu pastinya ada yang melatarbelakangi mereka dalam proses pembuatannya. Kami mencoba mengemukakan latar belakang mengapa pada akhirnya kami tetapkan untuk membuat sebuah film kartun. 

Latar Belakang

Televisi merupakan salah satu sumber informasi bagi tiap kalangan, termasuk di dalamnya anak-anak. Informasi-informasi yang disiarkan di televisi seharusnya dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi penikmatnya. Anak-anak yang sedang berada dalam tahap eksplorasi sangat mudah untuk menginternalisasi apa yang mereka lihat dan apa yang mereka rasakan, salah satunya dari apa yang mereka lihat di televisi.

Dewasa ini, acara-acara yang disiarkan oleh televisi kurang menggambarkan sesuatu yang dapat diteladani oleh anak-anak, sebut saja acara Ganteng Ganteng Srigala, Manusia Harimau, Superboy, Bastian Steel, Cakep Cakep Sakti dan masih banyak yang lainnya, yang secara kontennya menurut kami tidak mencerminkan nilai-nilai moral dan edukasi. Sayangnya, rata-rata tayangan televisi zaman sekarang adalah acara-acara seperti ini, sehingga anak-anak tidak lagi mendapatkan sesuatu yang seharusnya mereka dapatkan. Misalkan saja, banyak-anak-anak yang menerapkan apa yang mereka lihat di televisi, seperti tragedi di Bukit Tinggi; seorang anak SD menyiksa temannya sendiri, ada juga kasus anak SD berciuman di dalam kelas. 

Hal tersebut memancing kami untuk membuat sebuah karya yang dapat dinikmati oleh anak-anak juga dapat menanamkan nilai-nilai moral serta memberikan edukasi pada mereka. Karya yang akan kami buat adalah sebuah film kartun (animasi) yang kami rancang sedemikian rupa sehingga memiliki nilai-nilai moral dan edukasi. Adapun film kartun (animasi) ini merupakan kumpulan dari banyak foto yang kami ubah menjadi video stop motion.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, apabila terdapat salah pengucapan atau pun kata-kata yang kurang berkenan, kami mohon maaf. Terima kasih. 

Senin, 23 Juni 2014

EVALUASI PENDIDIKAN ORANG DEWASA

Diposting oleh 11.126evafb di 09.20 0 komentar
Evaluasi pendidikan orang dewasa adalah proses menentukan kekuatan atau nilai pekerjaan pendidik atau pembimbing pendidikan orang dewasa. evaluasi adalah suatu cara mengkur hasil kegiatan pendidikan
 berdasarkan tingkat formalitasnya, evaluasi dapat dibagi menjadi tiga yaitu
1. evaluasi informal
2. evaluasi semiformal
3. evaluasi formal.

tujuan dari evaluasi sendiri yaitu :
1. menentukan seberapa besar peserta didik secara individual dan keseluruhan kelas telah mencapai tujua umum yang telah ditetapkan
2. untuk mengukur tingkat perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik dalam waktu tertentu
3. untuk menentukan efektivitas bahan, metode, dan kegiatan pengajaran
4. untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik, instruktur, dan masyarakat

prosedur evaluasi menurut Morgan et al. (1976), terdapat 7 langkah :
1. mengecek dari tujuan
2. memeriksa apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan
3. mengumpulkan bukti
4. menentukan sumber bukti
5. menentukan alat untuk memperoleh bukti
6. menganalisis bukti
7. menggunakan hasil.

    

Suprijanto. 2005. Pendidikan Orang Dewasa : Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta : PT Bumi Aksara

METODE KARYAWISATA

Diposting oleh 11.126evafb di 03.51 0 komentar
    
Karyawisata adalah media yang penting dalam pendidikan orang dewasa. Kunjungan ini berupa kunjungan yang terencana ke suatu tempat di luar kelas atau ketempat perkumpulan organisasi. Karyawisata biasanya berhubungan dengan kegiatan mengunjungi beberapa tempat yang menarik dan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada kunjungan lapangan.
Adapun tujuan dari karyawisata ini adalah untuk mengamati situasi, mengamati kegiatan atau praktik, atau membawa kelompok menemui seseorang atau objek yang tidak dapat dibawa ke kelas selam jam pelajaran.
Dalam metode karyawisata ini ada beberapa keuntungan dan kelemahan yang akan kita dapatkan.
Ada beberapa kelebihannya adalah :
1.     Kunjungan karyawisata memberi kesempatan untuk mengumpulkan pengalaman dan informasi baru
2.     Benda-benda dapat diamati dalam bentuk aslinya
3.     Minat dan ketelitian pengamatan anggota dapat ditumbuhkan
4.     Karyawisata memberi kesempatan kepada peserta untuk menggabungkan sekolah atau kegiatan organisasi dengan kehidupan masyrakat, dll.
Dan kelemahannya adalah :
1.     Tidak cocok untuk beberapa bidang permasalahan
2.     Mahal ( waktu, uang dan tenaga ), jika karwyawisatanya jauh
3.     Memerlukan banyak persiapan
4.     Melibatkan orang lain.

                 



 Suprijanto. 2005. Pendidikan Orang Dewasa : Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta : PT                          Bumi Aksara

METODE DEMONSTRASI

Diposting oleh 11.126evafb di 03.13 0 komentar
Metode Demonstrasi dapat berhasil jika digunakan dalam pengajaran manipulative dan ketrampilan, pengembangan pengertian, untuk menunjukkan bagaimana melakukan praktik-pratik baru, untuk memperkuat penerimaan terhadap sesuatu yang baru, dan memperbaiki cara melakukan sesuatu.
Jenis Metode Demonstrasi

Secara umum ada dua jenis metode demonstrasi, yaitu:
1. Metode Demonstasi Cara. Demonstrasi ini menunjukkan bagaimana mengerjakan sesuatu. Bahan-bahan yang digunakan dalam perkerjaan yang sedang diajarkan., memeprlihatkan, serta menjelaskan setiap langkah pengerjaannya juga diperlihatkan dalam metode ini. Metode ini biasanya dapat diselesaikan dalam waktu yang relative singkat dan tidak memerlukan banyak biaya.

2. Metode Demonstrasi Hasil. Metode ini dimaksudkan untuk menunjukkan hasul dari bebarapa praktik dengan menggnakan bukti-bukti yang dapat dilihat, didengar, dan dirasakan.
       Keuntungan dan Keterbatasan Metode Demonstrasi

 1. Keuntungan Metode Demonstrasi
Morgan, (1976) ; Flores, Bueno dan Lapastora, (1984), menyatakan ada beberapa keuntungan metode demonstrasi yaitu:
a. Demostrasi menarik dan menahan perhatian. 
b. Demonstrasi menghadirkan subjek dengan cara yang mudah dipaham. 
c. Menyakinkan hal-hal yang meraguakan apakah dapat atau tidak dapat dikerjakan. 
d. Dalam metode ini memiliki objek yang nyata.
e. Metode ini menunjukkan penlaksaan ilmu pengetahuan dengan contoh. 
f. Mempercepat penyerapan langsung dari sumbernya. 
g. Membantu mengembangkan kepemimpinan lokal. 
h. Memberikan bukti bagi praktik yang diajurkan.
2.   Keterbatasan Metode Demontrasi 
Ada beberapa keterbatasan metode demonstrasi antara lain:a. Metode ini tidak muda dilaksanakan.(b). Terbatas hanya untuk jenis pengajaran tertentu.(c).   Hasil memerlukan waktu yang banyak dan agar mahal.(d). Memerlukan persiapan awal.(e). Memerlukan persiapan awal.(f). Dapat terpengaruh oleh cuaca.(g). Dapat mengurangi kepercayaan jika tidak berhasil.


Langkah-langkah Metode Demonstrasi Cara
Menurut Morgan (1976), Kang & Song (1984), dan Flores, Bueno & Lapastora (1983) ada beberapa langkah yaitu:1. Merencanakan demonstrasi cara 2.  Mempersiapkan demonstrator 3. Mempersiapkan pengamat. 4. Melakukan demonstrasi cara 5. Menganalisis hasil 

Tahap Demonstrasi Hasil
Ada bebarapa tahap dalam metode ini, yaitu: 
1. Merencanakan demonstrasi hasil 
2.   Mempersiapkan demonstrasi 
3. Melaksanakan demonstrasi hasil 
4. Mempergunakan hasil


Sumber : Suprijanto,2007. Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi.Jakarta : Bumi Aksara

METODE PELATIHAN

Diposting oleh 11.126evafb di 03.04 0 komentar
 Fatimah Lubis (10-050)
Nanda Lukita (10-105)
Cynthia Halim (11-044)
Aisyah Huwaida (11-065)
Ahlak Kazimi (12-103)


Pelatihan adalah salah satu metode dalam pendidikan orang dewasa atau dalam suatu pertemuan yang biasa digunakan dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan mengubah sikap peserta dengan cara yang spesifik. Pengetahuan tentang jenis pelatihan dan bagaimana merancang suatu pelatihan ini sangat penting, agar pelatihan yang dilaksanakan dengan efektif mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Persiapan Pelatihan
            Mengamati situasi di perusahaan atau di rumah merupakan hal yang penting, yaitu untuk menentukan masalah yang perlu pemecahan. Identifikasi masalah biasanya merupakan langkah pertama menuju pemecahan masalah.
Manfaat Pelatihan
            Tidak ada bisnis atau industri yang mengizinkan semua pimpinan menyerahkan semua kegiatan pada keputusan kelompok. Demikian juga, tidak ada bisnis atau industri dapat berjalan dengan kediktatoran secara penuh dari atas ke bawah. Diharapkan bahwa pelatihan kepekaan akan membantu kelompok dalam mengenal bagaimana melakukan kompromi yang menyenangkan di antara kedua ekstrem trbt.
Hal – Hal yang perlu diperhatikan dalam merancang pelatihan.
            Pada setiap perencanaan selalu ada unsur-unsur :
1.  Siapa ?
2.  Apa    ?
3. Di mana      ?
5. Bagaimana ?
Kapan (Kertasapoetra, 1994, Ibrahim, 2003, Proyek Deliveri, 2000b). sejalan dengan itu, dalam perencanaan pelatihan pun terdapat unsur-unsur trsbt. Seperti dikemukakan oleh (Lunandi, 1982), unsure-unsur perencanaan pelatihan antara lain sbg berikut,
1. Siapa yang akan dipilih ?
2. Apa yang akan mereka pelajari ?
3. Siapa yang akan menyampaikan pelajaran ?
4. Dengan cara bagaimana mereka akan dilatih ?
5. Bagaimana hasil pelatihan akan dievaluasi ?
Dalam pelatihan kepekaan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni kelompok- T, persiapan, manfaat, dan peringatan bagi perencana pelatihan kepekaan. Sementara itu, hal yang perlu diperhatikan dalam pelatihan kepemimpinan adalah penentuan tujuan pelatihan yang tepat. Selanjutnya, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelatihan kerja adalah definisi, asumsi, dan rasional dasar, desain pelatihan, serta evaluasi.
Ada 5 pertanyaan yang perlu di jawab dalam perencanaan pelatihan :
1. Siapa yang akan dilatih ?
2. Apa yang akan mereka pelajari?
3. Siapa yang akan menyampaikan pelajaran ?
4. Dengan cara bagaimana mereka yang akan dilatih ? dan
5. Bagaimana hasil pelatihan akan dievaluasi ?

Disamping itu, terdapat enam langkah dalam perencanaan pelatihan, yaitu :
1. Menentukan kebutuhan
2. Menentukan sasaran
3. Merencanakan sumber
4. Mengenal hambatan
5. Menentukan alternative
6. Melakukan seleksi
Dalam melaksanakan pelatihan, di samping materi pelatiahan dan pembimbing, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pengaturan ruangan, antara lain :
1. Ruangan untuk diskusi panel
2. Ruangan khusus untuk diskusi kelompok kecil
3. Penerangan dan stop kontak untuk menggunakan alat-alat bantu
4. Fentilasi
5  Kebersihan ruangan
6. Ketenangan
7. Kursi untuk para peserta

Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahwa sampah seharusnya dikurangi, maka dari itu kelompok mengangkat tema pelatihan yakni pelestarian lingkungan dengan recycle sumpit menjadi alas makan.
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah kelompok mengharapkan Masyarakat lebih peka dengan lingkungan dan bertambah pengetahuannya untuk melestarikan lingkungan.

Peserta/ Sasaran ketika Pelatihan :
A. Teman-teman dikelas Andragogi

Target perubahan (Perubahan perilaku yang diharapkan) :
1. Timbulnya kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan
2. Meningkatnya pengetahuan masyarakat untuk sadar lingkungan dengan 3R
INI HASIL MASING-MASING KELOMPOK KETIKA MEMBUAT RECYCLESUMPIT MENJADI ALAS PIRING MAKAN :


Alat yang digunakan :
1. Sumpit
2. Lem UHU
3. Cat warna
4. Pernis ( pengkilat )
Prosedur pelaksanaan :
1.  Menggumpulkan sumpit bekas yang telah dicuci lalu sumpit direndam dengan pewangi agar sumpit tidak meninggalkan bau dari makanan, setelah bau sumpit hilang sumpit tersebut dijemur, setelah sumpit tersebut kering dan wangi, sumpit tersebut diberi pewarna dari cat lalu setelah warna merata di bagian badan sumpit, sumpit tersebut di jemur kembali agar warnanya menempel dengan bagus.
2.  Susun sumpit menjadi dua dan di rekat dengan lem. Setelah terkumpul sususan sumpit yang berjumlah dua, kita susun sumpit tersebut menjadi tidak sejajar  diretkan dengan lem. Buat sepanjang yang kita inginkan.

Senin, 14 April 2014

Laporan Perancangan Metode Pelatihan

Diposting oleh 11.126evafb di 06.36 0 komentar

TUGAS  KELOMPOK 4 :

A.    LATAR BELAKANG
Melestarikan lingkungan untuk hidup harmonis dengan alam. Demi mempromosikan pengurangan limbah dan memotivasi daur ulang tanpa memandang usia dan status sosial dan tanpa takut kotoran. Masalah dari perubahan lingkungan berdampak langsung dengan perilaku manusia, diantara masalah-masalah itu adalah masalah-masalah yang yang dihadapi baik sebagai individu, sebagai bangsa maupun sebagai spesies.
Belakangan ini, begitu banyak orang yang tidak peduli dan tidak sadar dengan lingkungannya, terlihat dari banyak sekali  sampah yang berserakan dan dibuang sembarangan, serta pemakaian bahan plastik atau bahan-bahan yang susah untuk diurai yang dapat menyebabkan global warming. Masyarakat begitu tidak peduli dengan apa yang akan trejadi jika mereka berbuat seperti itu, mereka tidak mementingkan bagaimana anak cucu mereka bisa hidup dengan keadaan lingkungan yang semakin hari semakin buruk. Padahal, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi global warming. Pelestarian lingkungan yang terkenal adalah prinsip 3R, Reduce (mengurangi penggunaan barang yang tidak diperlukan), Reuse (menggunakan kembali barang yang masih bisa digunakan), dan apabila kedua langkah tidak lagi bisa dilakukan barulah melakukan Recycle (daur ulang). Recyle membuat bahan atau benda yang susah diurai menjadi benda yang kembali berfungsi dan dapat digunakan kembali dalam kegiatan kita sehari-hari contohnya sumpit yang akan di daur ulang menjadi sebuah alas makan, bahan yang telah di daur ulang juga dapat menjadi salah satu sumber penghasilan ketika barang tersebut bisa terjual. Untuk recycle barang bekas juga tidak sulit hanya saja butuh kesadaran mengenai pentingnya kesejahteraan lingkungan dan meluangkan sedikit waktu dan energy untuk membuatnya.
Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai bahwa sampah seharusnya dikurangi, maka dari itu kelompok mengangkat tema pelatihan yakni pelestarian lingkungan dengan recycle sumpit menjadi alas makan.
Pelatihan sosialisasi merupakan penyampaian informasi dengan melipatgandakan pihak-pihak penerima pesan (receiver) yang dalam hal ini adalah publik, dimana publik yang terdiri dari banyak individu yang memiliki skala intelektualitas yang berbeda. Sebagai contoh, seseorang yang berpendidikan sekolah dasar dengan universitas tentu saja berbeda dalam menanggapi sosialisasi tentang informasi tertentu. Kegiatan sosialisasi merupakan proses komunikasi yang sangat erat kaitannya dengan disiplin ilmu komunikasi, yang menurut William G Scoot dipengaruhi oleh 5 (lima) faktor, yaitu :
a.       The Act (Perbuatan)
b.      The Scene (Adegan)
c.       The Agent (Pelaku)
d.      The Agency (Perantara)
e.       The Purpose (Tujuan)

B.     TUJUAN
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah kelompok mengharapkan Masyarakat lebih peka dengan lingkungan dan bertambah pengetahuannya untuk melestarikan lingkungan.

C.    PESERTA PELATIHAN
Peserta/ Sasaran ketika Pelatihan :
1.      Teman-teman dikelas Andragogi

D.    TARGET
Target perubahan (Perubahan perilaku yang diharapkan) :
2.      Timbulnya kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan
3.      Meningkatnya pengetahuan masyarakat untuk sadar lingkungan dengan 3R.

E.     ALAT & BAHAN
Alat yang digunakan :
1.      Sumpit
2.      Lem UHU
3.      Cat warna
4.      Pernis ( pengkilat )

F.     PROSEDUR PELAKSANAAN

Prosedur pelaksanaan :
1.      Menggumpulkan sumpit bekas yang telah dicuci lalu sumpit direndam dengan pewangi agar sumpit tidak meninggalkan bau dari makanan, setelah bau sumpit hilang sumpit tersebut dijemur, setelah sumpit tersebut kering dan wangi, sumpit tersebut diberi pewarna dari cat lalu setelah warna merata di bagian badan sumpit, sumpit tersebut di jemur kembali agar warnanya menempel dengan bagus.
2.      Susun sumpit menjadi dua dan di rekat dengan lem. Setelah terkumpul sususan sumpit yang berjumlah dua, kita susun sumpit tersebut menjadi tidak sejajar  diretkan dengan lem. Buat sepanjang yang kita inginkan.

 

'" Willkommen"' Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei